Minggu, 29 Januari 2012

Negara Islam harus responsif terhadap perubahan

Desy Saputra

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak kalangan negara-negara Islam untuk mampu memberikan respons terhadap perubahan peta politik internasional sehingga mampu bertahan di tengah permasalahan global yang semakin kompleks.

Presiden saat menyampaikan pidato dalam pembukaan sesi ketujuh konferensi parlemen negara-negara anggota organisasi negara Islam di Palembang, Senin siang, menyatakan salah satu respons positif yang bisa dilakukan adalah tidak menutup mata atas perubahan yang terjadi, belajar dari masa sebelumnya.

Kepala Negara mengatakan, bila dalam menyikapi perubahan itu tidak disertai dengan langkah yang maksimal maka akan terjadi goncangan yang besar.

"Karena itu bila kita tidak bisa antisipasi perubahan dan perubahan tidak disertai reformasi besar maka akan diikuti turbulansi," kata Presiden.

Sejumlah masalah yang mempengaruhi perubahan secara internasional, kata Presiden, termasuk diantaranya perubahan politik yang terjadi di kawasan Afrika Utara dan juga krisis ekonomi global yang saat ini masih berlangsung.

Presiden mengharapkan hasil yang dicapai oleh para anggota parlemen dari negara-negara anggota organisasi negara Islam tidak hanya memberikan kontribusi pada masing-masing negara namun juga dapat memberikan kontribusi pada kemajuan dunia Islam.

Sementara itu Ketua DPR RI yang juga Ketua Konferensi Parlemen negara-negara Islam periode 2012-2013 Marzuki Ali dalam sambutannya mengatakan, dalam satu tahun ke depan pembahasan yang dilakukan akan menyentuh permasalahan yang dirasakan oleh negara-negara anggota sehingga kesepakatan yang diambil dapat membawa manfaat bagi semua pihak khususnya kemajuan Islam.

Sesi ketujuh konferensi parlemen negera-negara Islam tersebut berlangsung mulai 30 Januari 2012 hingga 31 Januari 2012 di Palembang, diikuti oleh lebih dari 37 negara peserta.-Antara News


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar