Senin, 20 Februari 2012

Diana Bawa Kuitansi Uang dari Tim Sukses Anas

Mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kabupaten Minahasa Tenggara Provinsi Sulawesi Utara, Diana Maringka, hari ini Selasa 21 Februari 2012 akan menemui Komisi Pengawas Partai Demokrat.

“Pukul 13.00 WIB siang ini kami diterima di Kantor Komisi Pengawas Demokrat di Jakarta,” kata Diana. Menurutnya, kedatangan dirinya ke Jakarta ini adalah atas inisiatif pribadi, bukan karena dipanggil Komisi Pengawas Partai lebih dulu.

Diana akan didampingi oleh sejumlah kader Demokrat asal Sulawesi lainnya yang juga mengaku menerima uang dari tim sukses Anas Urbaningrum saat Kongres Demokrat di Bandung tahun 2010 lalu. Selain Diana, mantan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bualemo Provinsi Gorontalo, Ismiyati, juga mengaku menerima uang dari tim sukses Anas.

Diana menyatakan dia berupaya mengikuti prosedur partai dengan melaporkan penerimaan uang itu kepada Komisi Pengawas Partai. “Kami hanya mengikuti imbauan partai. Kami memang belum dipanggil, tapi kami punya itikad baik untuk menghadap,” ujar Diana.

Pengakuan Diana

Sebelumnya Diana menceritakan, dirinya dan 11 pengurus cabang Demokrat di Sulawesi Utara mendapat sejumlah uang dari tim sukses Anas saat Kongres Partai Demokrat lalu di Bandung, Jawa Barat. Menurutnya, mereka dikumpulkan di hotel dan dipanggil satu per satu untuk menerima uang tersebut.

“Pemberiannya bertahap. Pertama saya diberi Rp30 juta. Lalu yang kedua US$2.000. Pemberian ketiga diberikan pada hari pemilihan, US$5.000,” ujar Diana. Ia menambahkan, uang itu tidak hanya diterima oleh pengurus Demokrat Sulut, tapi juga peserta Kongres Demokrat dari daerah lain. Namun Diana mengaku tak tahu pasti berapa jumlahnya.

Selain diberi uang dalam bentuk Rupiah dan Dollar, Diana juga mengaku diberi BlackBerry Gemini oleh tim sukses Anas. Pemberian telepon selular itu diberikan menjelang kongres. “Semua peserta dapat Blackberry dari tim Anas,” ucapnya.

Namun mantan ketua tim sukses Anas yang juga anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Achmad Mubarok, membantah pengakuan Diana. “Itu pasti ada yang merekayasa,” kata dia. Wakil Sekjen Demokrat Saan Mustopa juga menampik adanya politik uang dalam Kongres Demokrat itu.

“Setahu saya sebagai peserta kongres, tidak ada politik uang atau politik transaksional. Yang ada adalah politik gagasan dan politik rasional,” katanya.-VIVAnews


Tidak ada komentar:

Posting Komentar