Minggu, 19 Februari 2012

Guru Honorer Semakin Mumet

Guru-guru honorer semakin mumet. Selain tak ada kepastian pengangkatan jadi calon pegawai negeri sipil, jam mengajar di sekolah justru dikurangi.

"Sejak ada kebijakan sertifikasi guru, para guru honorer jadi korban. Jam mengajar dikurangi karena guru PNS butuh tambahan mengajar 24 jam supaya bisa disertifikasi," kata Panan (53), guru honorer di SMAN Kasiman Bojonegoro, Jawa Timur di tengah-tengah unjuk rasa guru dan tenaga pendidik honorer se-Indonesia di depan Istana Negara, Jakarta, Senin (21/2/2012).

Menurut Panan, yang mengajar Pendidikan Kewarganegaraan (PKN), sejak 2008 jam mengajarnya berkurang. Sekarang hanya tinggal empat jam untuk satu hari. Gajinya pun jadi Rp 160.000 saja.

"Tadinya sebelum ada sertifikasi, saya bisa mengajar tiga sampai empat hari. Sekarang sudah berkurang. Kepala sekolah mendahulukan guru PNS," ujar ayah empat anak ini.

Panan merasa geram karena guru PNS terus meningkat kesejahteraannya, sedangkan guru honorer semakin tertindas. "Saya datang ke Jakarta, berharap Presiden segera mengesahkan RPP tenaga honorer jadi PNS supaya kami ada perbaikan kesejahteraan," ujar Panan.

Untuk menyambung hidup keluarga, Panan berjuang dengan cara mencicil membeli sapi. Kemudian sapi dipelihara hingga besar dan siap dijual.-KOMPAS


Tidak ada komentar:

Posting Komentar