Kamis, 01 Maret 2012

Suriah Bumi Hanguskan Kota Pemberontak

Presiden Suriah Bashar al-Assad terus berupaya membumi hanguskan kota Homs, yang se­lama ini dia anggap sebagai sa­rang pemberontak. Kabar ter­ak­hir pun menyebutkan bahwa, militer Suriah mengutus pasukan elite-nya ke garis depan untuk menuntaskan misi, meratakan kota di sebelah Barat ibukota Damaskus, dengan tanah. Dan bisa jadi, serangan yang nanti dilancarkan pasukan elit tersebut, menjadi serangan terakhir.

Pentolan Tentara Pembebasan Suriah (Free Syrian Army) Mohai­men al-Rumaid mengatakan, sejauh ini, pasukan pemberontak yang memilih bertahan di distrik Baba Amro, kota Homs.

“Pengepungan yang disertai pengeboman didasari atas keta­kutan Bashar al-Assad terhadap kekuatan pemberontak yang dia pikir akan menggulingkan rezim­nya,” ujar Rumaid.

“Semua tanda-tanda yang ter­ja­di di Homs seolah memper­li­hat­kan bahwa, pemerintah berupaya menyelesaikan misi mereka. Yaitu, meratakan kota tersebut de­ngan tanah,” lanjut Al-Rumaid.

Rumaid menambahkan, per­sen­jataan pemberontak timpang jauh dari apa yang dimiliki pa­sukan pemerintah yang diper­sen­jatai dengan senapan mesin dan pasukan lapis baja yang didu­kung artileri dan roket.

Ledakan-ledakan juga ter­dengar di distrik-distrik Khal­di­yeh dan Karm al-Zaytoun se­men­tara per­tem­puran meletus di Hamidiyeh, satu permukiman di Homs. Per­tempuran itu terjadi antara para pembelot yang me­ngu­asai satu bagian besar loksi itu dan pasukan reguler, kata sumber yang sama.

Bekas Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Kofi An­nan, yang baru saja ditunjuk se­bagai penengah internasional soal Suriah menyatakan kese­di­a­an­nya berkunjung ke Damaskus.

“Ini adalah tugas yang sangat sulit, itu tantangan yang sulit,” ujar An­nan. Namun, dia meminta agar ko­munitas internasional un­tuk bersatu di belakang misinya, yang disponsori PBB dan Liga Arab. Permitaan itu dia utarakan usai mengikuti pertemuan dengan Sekjen PBB Ban Ki-moon.

Sebelumnya PBB menyam­paikan bahwa lebih dari 7.500 orang telah tewas di Suriah se­lama 11 bulan aksi demo anti pe­merintahan Presiden Suriah Bas­har al-Assad. Sejauh ini belum ada tanda-tanda bahwa Assad akan mundur demi memenuhi tuntutan para demonstran.-RMOL


Tidak ada komentar:

Posting Komentar