Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 April 2012

Anak Susah Diatur, Ibu Ini Berjuang Sendiri


Ribuan kilo jalan yang kau tempuh

Lewati rintang untuk aku anakmu

Ibuku sayang masih terus berjalan

Walau tapak kaki, penuh darah, penuh nanah

Selasa, 31 Januari 2012

Kulitnya Bersisik, Amanah Hidup Tersisih

Akibat kondisi fisik yang tidak wajar, seorang bocah warga Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamunyu, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, hidup tersisih dari pergaulan. Kulit bocah bernama Amanah itu bersisik sehingga dia sering menjadi bahan ejekan teman-teman sepermainannya.

Amanah (8) diduga mengalami kelainan genetika hingga mengakibatkan kulit sekujur tubuhnya tampak bersisik. Kondisi itu membuatnya minder dalam pergaulan dengan teman-teman sebayanya. Amanah mengaku malu lantaran kerap diejek. Bahkan teman-temannya memilih menghindarinya. "Saya sering diejek dan meniggalkan saya sendiri," tutur Amanah polos.

Orangtua Amanah memang pernah membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah Mamuju. Namun pihak rumah sakit menyatakan tidak mampu mengatasi kelainan yang diderita Amanah dan hanya memberi selembar surat rujukan berobat ke Makassar.

Hasmia, ibu kandung Amanah, tidak bisa berbuat banyak. Amri (40) suaminya lumpuh dan sudah tidak bekerja sejak lima tahun lalu. Hasmia sendiri hanya bekerja sebagai pengumpul batu atau pasir di sungai. Penghasilannya itu tidak cukup untuk membawa Amanah berobat ke Makassar. Hasmia pun memilih memulangkan putrinya dari rumah sakit.

"Saya pernah bawa ke rumah sakit tapi saya cuma diminta membawa ke Makassar. Katanya dokter rumah sakit tak mampu menangani penyakit anaknya," ujar Hasmia dengan nada kecewa karena tidak bisa mengupayakan kesembuhan putrinya.

Selain tidak memiliki biaya untuk menyembuhkan anaknya, keluarga itu tidak mempu menyekolahkan Amanah. Hingga berusia 8 tahun saat ini, Amanah belum bersekolah. Jangankan membeli seragam sekolah, membeli beras untuk hidup sehari-hari pun keluarga ini kadang harus mengutang ke tetangga.

Kondisi keluarga ini memang mengenaskan. Mereka tinggal di gubuk berukuran tak lebih dari 3X4 meter. Tidak ada pesawat televisi, kursi, meja, bahkan perabotan rumah pun tidak tampak di rumah itu.

Keluarga Hasmia hanya bisa pasrah. Hasmia berharap ada dermawan yang bersimpati dan bisa membantu kesembuhan anaknya, agar Amanah bisa tumbuh normal dan bergaul layaknya anak-anak normal sebayanya tanpa harus minder.-KOMPAS


Kamis, 22 Desember 2011

Potret Seorang Ibu Penjual Kue

Potret perjuangan seorang ibu yang setiap pagi berkeliling menjajakan kue untuk sarapan pagi. Kue-kue yang di jajakan pun hanya seharga Rp. 500/kue, sebuah harga yang saat ini dianggap langka, mengingat harga-harga pokok kebutuhan sehari-hari melambung tinggi. Kue-kue ini pun asli buatan Indonesia, seperti Gemblong, Kolong-kolong, Bakwan, Kue cucur, Kroket isi bihun, Bebongko isi tempe. Tapi miris nya, bahan pembuat kue ini ada yang impor dari negara lain.

Penjaja kue ini, tidak mengenal atau mengetahui Hari Ibu, bisa jadi hanya mendengar saja tentang Hari Ibu. Di benak dia, bagaimana cara nya kue-kue yang ia jajakan laku, kalau bisa terjual semua, untuk memenuhi kebutuhan harian di rumah.

Kue-kue yang ia jajakan pun tidak seluruh nya ia buat, ada juga kue-kue titipan, dimana sang ibu ini hanya mendapat fee atau bagian yang tidak seberapa, hanya 100 rupiah/kue, namun ia tetap setia menampung kue-kue titipan tersebut. Bandingkan dengan para koruptor yang dengan gampang nya memproleh fee ber milyar-milyar tanpa harus berkeringat.

Masih banyak Ibu - Ibu lain di Republik ini yang berjuang dengan keringat, hanya untuk mencari makan bagi diri nya dan keluarga, dan hanya cukup untuk satu hari.

(Iwan Fals: Ibu)
"Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah


Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu

Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas...ibu...ibu...."





Selamat Hari Ibu.....