Sabtu, 28 Januari 2012

Kader PBB Bergairah dan Siap Menghadapi Pemilu 2014

Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) II Partai Bulan Bintang (PBB) di Asmara Haji, Pondok Gede, Jakarta berlangsung meriah.

"Ini menjadi tanda dan bukti bahwa kader PBB di seluruh daerah bergairah dan siap menghadapi Pemilu 2014," kata Wasekjen DPP PBB, Tumpal Daniel, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Minggu, 29/1).

Menurut Daniel, Mukernas ini dihadiri oleh pimpinan Dewan Pimpinan Wilayah dari 33 provinsi, pimpinan Dewan Pimpinan Cabang dari 440 kabupaten dan kota, serta 416 anggota DPRD PBB se-Indonesia. Bahkan, dari setiap daerah mengirimkan beberapa pengurus.

"Mereka datang dimobolisasi, melainkan atas inisiatif dan biaya sendiri," tegas Daniel.

Masih kata Daniel, salah satu magnet yang membuat kader PBB se-Indonesia bergairah adalah terkait gagasan konfedarasi partai dalam Aliansi Hijau. Aliansi Hijau ini membuat harapan baru bagi ummat Islam untuk tetap bisa berjuang di parlemen melalui jalur politik. -RMOL


Ratusan Siswa Belajar di Sekolah Rusak

Semangat menimba ilmu para siswa di SDN Tugu 6, Cimanggis, Depok tetap menyala, meskipun mereka belajar di dalam kondisi ruang kelas yang rusak. Kondisi seadanya disebabkan karena belum selesainya proyek rehabilitasi tiga ruang kelas di SD tersebut.

Tiga ruang tersebut tidak memiliki pembatas. Pembatas kelas yang dipergunakan pun seadanya, hanya berupa spanduk dan triplek. Ruang tersebut juga tidak memiliki pintu dan jendela, serta masih beralaskan tanah. Kepala SDN Tugu 6 Sujiah mengatakan bahwa sudah tiga minggu para siswa belajar di kelas tersebut karena tidak ada lagi ruang kelas yang bisa dipakai. Sementara Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) harus tetap berlangsung agar proses pembelajaran tidak terganggu.

“Memang hanya dua kelas yang bisa kita manfaatkan untuk KBM. Ruangan yang di tengah dikosongkan. Dua ruangan tersebut hanya bisa dimanfaatkan oleh kelas VI, sedangkan siswa lainnya harus menumpang di SDN Tugu 8 dan SDN Tugu 11 yang masih satu lokasi,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (29/01/12).

Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail berkunjung ke SDN Tugu mengatakan, pemisahan ruang kelas dengan alat seadanya merupakan upaya terbaik dari sekolah agar proses pembelajaran tidak terganggu sehingga para siswa bisa terus menerima pelajaran setiap hari. “Memang, para siswa tidak bisa bermain dengan leluasa karena ruang kelas tidak sempurna, untuk itu para siswa harus lebih berhati-hati dalam bermain. Kondisi seperti ini bisa dijadikan sebagai pembelajaran untuk bersabar bagi para siswa, karena tak lama lagi sekolahnya akan selesai diperbaiki,” tandasnya.-Okezone


Tikus Berkicau seperti Burung

Para ilmuwan dari University of Osaka telah melakukan rekayasa genetik pada tikus, dan membuat hewan pengerat itu bisa berkicau layaknya burung.

Tikus pengicau yang diciptakan sebagai bagian dari Evelved Mouse Project ini diharapkan menerangi harapan untuk mengetahui bagaimana bahasa bisa berevolusi. Seperti diwartakan Dailymail, Minggu (29/1/2012), tikus tersebut dilahirkan secara kebetulan, namun kekhasannya akan diwariskan ke generasi berikutnya.

"Mutasi adalah tenaga pendorong evolusi. Kami telah melakukan kawin silang pada tikus yang gen-nya dimodifikasi tersebut untuk mengetahui apa yang akan terjadi,: terang pimpinan penelitian Arikuni Uchimura.

"Kami meneliti tikus yang baru saja lahir satu demi satu, dan suatu hari kami menemukan seekor tikus yang berkicau layaknya burung," tambahnya.

Proyek ini juga telah menghasilkan tikus dengan anggota badan pendek dan ekor seperti milik anjing dachshund.

Laboratorium yang dikepalai profesor Takeshi Yagi, di Osaka University’s Graduate School of Frontier Biosciences, Jepang barat, sekarang memiliki lebih dari 100 ekor tikus berkicau untuk penelitian lebih lanjut.

"Untuk dijadikan objek pelajaran, tikus lebih baik daripada burung karena mereka adalah mamalia dan struktur otak dan aspek biologis lainnya lebih dekat dengan manusia," kata Uchimura.

"Kami melihat bagaimana tikus yang mengeluarkan suara baru akan mempengaruhi tikus biasa dalam kelompok yang sama. Dengan kata lain, mengamati kemungkina adanya konotasi sosial, " katanya sambil menambahkan bahwa tikus biasa mencicit, terutama dalam keadaan stres.-Okezone


PD: Nazaruddin Harus Kembalikan Uangnya yang di Singapura ke Kas Negara

Mantan staf Permai Grup, Oktarina (Rina) mengaku bahwa mantan bosnya, Nazaruddin menyembunyikan uangnya di Singapura. Menurut Rina, Nazaruddin menyimpan uangnya di dua perusahaan yakni Ampi IT dan Talent Center.

Partai Demokrat (PD) pun meminta Nazaruddin untuk mengembalikan uangnya tersebut ke kas negara. "Segera kembalikan uang APBN atau rakyat yang telah dilarikan ke Singapura. Ini yang paling penting dan rakyat sudah sangat marah," ujar Ketua DPP Demokrat bidang Pemberantasan Korupsi dan Mafia Hukum Didi Irawadi Syamsuddin saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (28/1/2012).

Menurut Didi, apa yang dilakukan Nazaruddin selama ini sungguh ironi. Nazaruddin kerap menuding Partai Demokrat, namun ternyata Nazaruddin masih menyimpan uangnya hasil fee proyek pemerintah di luar negeri.

"Apapun yang dia katakan dan juga tudingan ke segala arah yang telah dilakukannya, tapi ironi karena pada saat yang bersamaan dia tetap sembunyikan uang yang diambil dari APBN tersebut," terang anggota Komisi III DPR ini.

Didi menyebut uang yang disembunyikan Nazaruddin dari menguras APBN sangat besar. Hal ini membuat publik menjadi sangat marah, sehingga Nazaruddin harus mengambalikan uang tersebut ke kas negara.

"Apalagi uang tersebut jumlahnya sangat besar. Betapa perbuatan kriminal dan keserakahan ini hanya bisa dimaafkan bila mengembalikan segera uang tersebut pada negara," imbuhnya.

Nazaruddin ternyata pintar menyembunyikan uangnya. Kala proyek-proyeknya mengalirkan keuntungan dia pun menaruh uangnya di Singapura.

"Ada 2 perusahaan di Singapura, Ampi IT dan Talent Center," kata mantan staf Nazaruddin di Permai Grup, Oktarina saat ditemui di Pengadilan Tipikor, Jumat (27/1) malam.

Rina bekerja di bagian keuangan. Sesaat setelah kasus Wisma Atlet diungkap KPK pada 21 April 2011 lalu, dia 'diungsikan' Nazaruddin ke Singapura.

"Kata Ibu Neneng (istri Nazaruddin) saya di sana agar mengajari staf perusahaan itu," jelas Rina yang sempat hendak dibuatkan izin bekerja di Singapura.

Rina tinggal di sebuah hotel di negeri Singa itu, sedang Nazaruddin bersama Neneng dan anak-anaknya menetap di apartemen yang tidak jauh dari hotel itu. Nazaruddin dan istri kerap mengajaknya makan di restoran Sanghala dan Garuda.

Pada akhir Mei 2011, Rina meninggalkan Singapura. Dia kabur dari Nazaruddin.

"2 Perusahaan itu tidak ada kerjanya. Hanya nama saja, yang kelola orang Singapura," terang Rina.

"Yang saya tahu saja, Pak Nazar mengirimkan uang US$ 5 juta, 2 juta Euro, dan 3 juta dollar Singapura ke rekening di sana untuk perusahaan itu," timpal Yulianis yang mendampingi Rina.

Kedua perempuan ini curhat kepada wartawan karena merasa selalu dipojokkan Nazaruddin. Kini keduanya pun meminta perlindungan LPSK dan KPK.

Sedang Nazaruddin yang dikonfirmasi usai persidangan pada Jumat malam, membantah soal kepemilikan perusahaan itu.

"Kalau di Singapura silakan cek perusahaannya, tunjukkan aktenya," terang Nazaruddin.-detik News


PDIP Akan klarifikasi Wayan Koster Soal Rp 5 M di Kardus Printer

Politisi PDI Perjuangan I Wayan Koster disebut telah menerima uang pelicin sebesar Rp 5 miliar dari PT Permai Group. Uang tersebut diserahkan oleh sopir pribadi mantan Wakil Direktur Keuangan Permai Group, Yulianis, Lutfi Ardiansyah.

Menurut Lutfi, uang senilai Rp 5 miliar tersebut diserahkan dua kali, Rp 2 miliar dan 3 miliar. Uang tersebut diserahkan dengan bungkus kardus printer dan kardus rokok. Fraksi PDI Perjuangan pun akan meminta klarifikasi kepada Wayan atas tersebut.

"Berita terbaru dari persidangan ini belum kita klarifikasi. Saya kira fraksi segera akan lakukan klarifikasi atas berita terbaru tersebut," ujar sekretaris fraksi PDI Perjuangan Bambang Wuryanto saat dihubungi detikcom, Sabtu (28/1/2012).

Menurut Bambang, sebelumnya fraksi PDIP juga telah meminta keterangan kepada Wayan soal keterlibatan dalam proyek Nazaruddin. Namun, kepada fraksinya Wayan menegaskan bahwa ia bersih.

"Dari sejak awal dia bilang bahwa dia bersih, clear dan clean katanya," imbuh Bambang.

Duit sebesar Rp 5 miliar dari Permai Group mengalir ke Politisi PDIP, I Wayan Koster. Dalam dua kali penyerahan, duit itu diserahkan dengan bungkus kardus printer dan kardus rokok.

Fakta persidangan ini terungkap dalam sidang lanjutan M Nazaruddin di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (27/1). Saksi yang dihadirkan adalah sopir pribadi mantan Wakil Direktur Keuangan Permai Group, Yulianis, Lutfi Ardiansyah.

Uang itu diberikan kepada Wayan dua kali penyerahan dalam satu hari. Uang Rp 2 miliar, diantar Lutfi pagi hari. Uang itu dibungkus dalam kardus printer.

Sebelum penyerahan, Lutfi melapor terlebih dahulu kepada Mindo Rosalina Manulang. Lutfi memastikan kepada siapa duit ini diserahkan.

"Saya kirim SMS ke Bu Rosa, 'ini titipannya mau dikasih ke siapa' Dijawab ke Wayan Koster di lantai enam (Gedung DPR RI)," jelas Lutfi.

Uang itu, lanjut Lutfi, diserahkan kepada staf Wayan di ruang kerjanya. "Ada tanda terimanya," tegas Lutfi.

Sisa penyerahan uang itu, dikirim kembali pada sore harinya. Rp 3 milar kali ini dimasukkan ke dalam kardus rokok gudang garam.

"Sore harinya disuruh Bu Yulianis lagi. Jumlahnya sekitar tiga miliar. Dalam satu kardus rokok, juga ke ruang Pak Wayan Koster lagi," tandasnya.-detik News