Jumlah korban tewas akibat badai tropis Washi sudah melampaui angka 1.000, pemerintah Filipina mengumumkan, Selasa (20/12/2011), sementara pemerintah setempat mempersiapkan pemakaman massal untuk para korban.
Dewan pengawas bencana mengatakan data terakhir menyebut jumlah korban tewas yang tercatat adalah 957 orang, sedangkan warga yang hilang berjumlah 49 orang. Badai Washi menghantam wilayah selatan Pulau Mindanao dan sekitarnya sepanjang akhir pekan lalu.
Tampilkan postingan dengan label peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peristiwa. Tampilkan semua postingan
Kamis, 19 April 2012
Kamis, 01 Maret 2012
Suriah Bumi Hanguskan Kota Pemberontak
Presiden Suriah Bashar al-Assad terus berupaya membumi hanguskan kota Homs, yang selama ini dia anggap sebagai sarang pemberontak. Kabar terakhir pun menyebutkan bahwa, militer Suriah mengutus pasukan elite-nya ke garis depan untuk menuntaskan misi, meratakan kota di sebelah Barat ibukota Damaskus, dengan tanah. Dan bisa jadi, serangan yang nanti dilancarkan pasukan elit tersebut, menjadi serangan terakhir.
Pentolan Tentara Pembebasan Suriah (Free Syrian Army) Mohaimen al-Rumaid mengatakan, sejauh ini, pasukan pemberontak yang memilih bertahan di distrik Baba Amro, kota Homs.
“Pengepungan yang disertai pengeboman didasari atas ketakutan Bashar al-Assad terhadap kekuatan pemberontak yang dia pikir akan menggulingkan rezimnya,” ujar Rumaid.
“Semua tanda-tanda yang terjadi di Homs seolah memperlihatkan bahwa, pemerintah berupaya menyelesaikan misi mereka. Yaitu, meratakan kota tersebut dengan tanah,” lanjut Al-Rumaid.
Rumaid menambahkan, persenjataan pemberontak timpang jauh dari apa yang dimiliki pasukan pemerintah yang dipersenjatai dengan senapan mesin dan pasukan lapis baja yang didukung artileri dan roket.
Ledakan-ledakan juga terdengar di distrik-distrik Khaldiyeh dan Karm al-Zaytoun sementara pertempuran meletus di Hamidiyeh, satu permukiman di Homs. Pertempuran itu terjadi antara para pembelot yang menguasai satu bagian besar loksi itu dan pasukan reguler, kata sumber yang sama.
Bekas Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Kofi Annan, yang baru saja ditunjuk sebagai penengah internasional soal Suriah menyatakan kesediaannya berkunjung ke Damaskus.
“Ini adalah tugas yang sangat sulit, itu tantangan yang sulit,” ujar Annan. Namun, dia meminta agar komunitas internasional untuk bersatu di belakang misinya, yang disponsori PBB dan Liga Arab. Permitaan itu dia utarakan usai mengikuti pertemuan dengan Sekjen PBB Ban Ki-moon.
Sebelumnya PBB menyampaikan bahwa lebih dari 7.500 orang telah tewas di Suriah selama 11 bulan aksi demo anti pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad. Sejauh ini belum ada tanda-tanda bahwa Assad akan mundur demi memenuhi tuntutan para demonstran.-RMOL
Pentolan Tentara Pembebasan Suriah (Free Syrian Army) Mohaimen al-Rumaid mengatakan, sejauh ini, pasukan pemberontak yang memilih bertahan di distrik Baba Amro, kota Homs.
“Pengepungan yang disertai pengeboman didasari atas ketakutan Bashar al-Assad terhadap kekuatan pemberontak yang dia pikir akan menggulingkan rezimnya,” ujar Rumaid.
“Semua tanda-tanda yang terjadi di Homs seolah memperlihatkan bahwa, pemerintah berupaya menyelesaikan misi mereka. Yaitu, meratakan kota tersebut dengan tanah,” lanjut Al-Rumaid.
Rumaid menambahkan, persenjataan pemberontak timpang jauh dari apa yang dimiliki pasukan pemerintah yang dipersenjatai dengan senapan mesin dan pasukan lapis baja yang didukung artileri dan roket.
Ledakan-ledakan juga terdengar di distrik-distrik Khaldiyeh dan Karm al-Zaytoun sementara pertempuran meletus di Hamidiyeh, satu permukiman di Homs. Pertempuran itu terjadi antara para pembelot yang menguasai satu bagian besar loksi itu dan pasukan reguler, kata sumber yang sama.
Bekas Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Kofi Annan, yang baru saja ditunjuk sebagai penengah internasional soal Suriah menyatakan kesediaannya berkunjung ke Damaskus.
“Ini adalah tugas yang sangat sulit, itu tantangan yang sulit,” ujar Annan. Namun, dia meminta agar komunitas internasional untuk bersatu di belakang misinya, yang disponsori PBB dan Liga Arab. Permitaan itu dia utarakan usai mengikuti pertemuan dengan Sekjen PBB Ban Ki-moon.
Sebelumnya PBB menyampaikan bahwa lebih dari 7.500 orang telah tewas di Suriah selama 11 bulan aksi demo anti pemerintahan Presiden Suriah Bashar al-Assad. Sejauh ini belum ada tanda-tanda bahwa Assad akan mundur demi memenuhi tuntutan para demonstran.-RMOL
Minggu, 29 Januari 2012
Ayah Bunuh Tiga Putri demi "Kehormatan"
Publik di Kanada heboh dengan kasus pembunuhan atas tiga perempuan bersaudara dan seorang perempuan lainnya di Kingston, Ontario. Heboh karena pelaku diduga masih keluarga dekat mereka seperti ayah dan saudara laki-laki.
Juri di Kingston menyatakan tiga orang dinyatakan bersalah yakni suami-istri Mohammad Shafia dan Tooba Mohammad Yahya, serta putra tertua mereka, Hamed Mohammad Shafia. Ketiganya dinyatakan bersalah atas empat tuduhan pembunuhan tingkat pertama.
Tiga korban dipastikan adalah saudara-saudara perempuan Hamed yaitu Zainab (19), Sahar (17) and Geeti Shafia (13). Perempuan keempat yang tewas adalah Rona Amir Mohammad, yang juga istri pertama Shafia.
Mayat keempat orang ini ditemukan di Kanal Rideau, pada Juni 2009. Jasad mereka terbenam dalam sebuah mobil di dalam kanal. Keempatnya diduga dipaksa berada dalam mobil yang kemudian didorong masuk ke kanal.
Jaksa penuntut menyatakan, Shafia marah atas dua anak perempuannya tertuanya itu karena berpacaran dengan pria. Shafia, yang merupakan imigran dari Afghanistan, menyebut tindakan itu sebagai tidak Islami, apalagi belakangan anak perempuannya itu juga mulai membuka kerudung.
Seumur Hidup
Penuntut mengandalkan sejumlah rekaman yang menunjukkan tingkat kemarahan Shafia yang bahkan menyebut kematian putrinya sebagai pelacur. "Alasan nyata di balik pembunuhan ini adalah menyerang konsep kehormatan Anda," kata hakim Justice Robert kepada Shafia dan dua terdakwa lainnya.
Setelah putusan dibacakan, Shafia yang berbicara melalui seorang penerjemah menyatakan, "Kami bukan kriminal, kami bukan pembunuh, kami tidak melakukan pembunuhan dan ini ketidakadilan."
Atas kejahatan ini, ketiganya dikenakan hukuman penjara seumur hidup. Karena mereka mengajukan banding, mereka bisa kehilangan hak pembebasan bersyarat setelah 25 tahun.-VIVAnews
Juri di Kingston menyatakan tiga orang dinyatakan bersalah yakni suami-istri Mohammad Shafia dan Tooba Mohammad Yahya, serta putra tertua mereka, Hamed Mohammad Shafia. Ketiganya dinyatakan bersalah atas empat tuduhan pembunuhan tingkat pertama.
Tiga korban dipastikan adalah saudara-saudara perempuan Hamed yaitu Zainab (19), Sahar (17) and Geeti Shafia (13). Perempuan keempat yang tewas adalah Rona Amir Mohammad, yang juga istri pertama Shafia.
Mayat keempat orang ini ditemukan di Kanal Rideau, pada Juni 2009. Jasad mereka terbenam dalam sebuah mobil di dalam kanal. Keempatnya diduga dipaksa berada dalam mobil yang kemudian didorong masuk ke kanal.
Jaksa penuntut menyatakan, Shafia marah atas dua anak perempuannya tertuanya itu karena berpacaran dengan pria. Shafia, yang merupakan imigran dari Afghanistan, menyebut tindakan itu sebagai tidak Islami, apalagi belakangan anak perempuannya itu juga mulai membuka kerudung.
Seumur Hidup
Penuntut mengandalkan sejumlah rekaman yang menunjukkan tingkat kemarahan Shafia yang bahkan menyebut kematian putrinya sebagai pelacur. "Alasan nyata di balik pembunuhan ini adalah menyerang konsep kehormatan Anda," kata hakim Justice Robert kepada Shafia dan dua terdakwa lainnya.
Setelah putusan dibacakan, Shafia yang berbicara melalui seorang penerjemah menyatakan, "Kami bukan kriminal, kami bukan pembunuh, kami tidak melakukan pembunuhan dan ini ketidakadilan."
Atas kejahatan ini, ketiganya dikenakan hukuman penjara seumur hidup. Karena mereka mengajukan banding, mereka bisa kehilangan hak pembebasan bersyarat setelah 25 tahun.-VIVAnews
Langganan:
Postingan (Atom)


