Minggu, 29 Januari 2012

Demokrat Tantang ICW Beberkan Data Parpol Keruk APBN

Partai Demokrat meminta Indonesian Coruption watch (ICW) membeberkan data dan bukti bahwa partai politik kerap mengeruk APBN dan APBD saat-saat menjelang pemilihan umum.

"Kita hormati pernyataan ICW, tapi agar tidak terjadi fitnah tolong carikan bukti dan fakta-fakta kalau partai pakai APBN," ujar Ketua Departemen Komunikasi dan Informasi Partai Demokrat Ruhut Sitompul kepada okezone, Minggu (29/1/2012) malam.

Ruhut memperingatkan kepada rekan satu partai serta partai politik lainnya untuk tidak bermain-main dengan uang rakyat. "Partai jangan mainkan uang rakyat. Jangan mainkan itu APBN, itu uang rakyat," tandasnya.

Kendati demikian Ruhut masih optimis KPK baru di bawah kepemimpinan Abraham samad bisa memberantas korupsi ke depan. "Sampai sekarang saya bangga dengan Samad, saya masih percaya penuh," tuturnya.

Sebelumnya, Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Danang Widoyoko mengatakan musuh utama KPK ke depan adalah para politikus. Hal itu karena menjelang pemilu merupakan saat yang kerap dijadikan ajang untuk mengeruk APBN dan APBD guna meningkatkan pundi-pundi kas partai mereka. -Okezone


Ribuan Warga Myanmar Sambut Kampanye Suu Kyi

Ribuan pendukung pejuang demokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi datang menyambutnya, saat Suu Kyi mulai melakukan kampanye. Kampanye pada Minggu 29 Januari ini merupakan awal bagi Suu Kyi berjuang mendapatkan tempat di parlemen.

Puluhan ribu massa tampak memenuhi jalanan Distrik Dawei, hanya untuk melihat perempuan peraih Nobel Perdamaian itu. Kampanye ini merupakan perjalanan politik pertama Suu Kyi keluar dari Yangon, sejak dirinya memastikan untuk turut serta dalam pemilu 1 April mendatang.

Melihat keadaan di sebelah selatan kota tersebut, Suu Kyi mengatakan, bahwa dirinya telah memiliki tempat yang tepat untuk memulai kampanyenya.

"Rakyat butuh bukti bahqa pemilu mendatang berlangsung secara adil dan bebas. Sudah tidak boleh lagi adanya pembelian suara ataupun ancaman untuk mendapatkan suara," jelas Suu Kyi dalam kampanyenya seperti dikutip AFP, Senin (30/1/2012).

Lewat Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), Suu Kyi berniat untuk menguasi 48 kursi yang disediakan. Tetapi dalam kunjungannya ke Dawei ini merupakan bentuk dukungan bagi Aung Soe, kandidat dari NLD untuk mewakili Dawei di Parlemen.

"Bila kita bergerak ke arah yang benar, negara ini akan memiliki kesempatan besar. Rakyat harus segera meraih kesempatan terus," imbuhnya.

Selain itu Suu Kyi juga memastikan keamanan bagi rakyat amat penting bagi Myanmar. "Penegakan hukum sangat diperlukan. Kami siap untuk memberikan rakyat hidup yang lebih stabil," lanjutnya.

Pemerintahan baru yang saat ini dikuasai oleh mantan jenderal, berkuasa sejak kemenangan pada November 2010. Pemerintah sipil ini membuat terkejut dunia internasional dengan reformasi yang mereka lakukan, termasuk memboleh NLD kembali ke politik.

Saat ini negara barat mempertimbangkan untuk mencabut sanksi terhadap Myanmar. Hal ini membuka harapan berakhirnya isolasi yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun di Myanmar.-Okezone


Ayah Bunuh Tiga Putri demi "Kehormatan"

Publik di Kanada heboh dengan kasus pembunuhan atas tiga perempuan bersaudara dan seorang perempuan lainnya di Kingston, Ontario. Heboh karena pelaku diduga masih keluarga dekat mereka seperti ayah dan saudara laki-laki.

Juri di Kingston menyatakan tiga orang dinyatakan bersalah yakni suami-istri Mohammad Shafia dan Tooba Mohammad Yahya, serta putra tertua mereka, Hamed Mohammad Shafia. Ketiganya dinyatakan bersalah atas empat tuduhan pembunuhan tingkat pertama.

Tiga korban dipastikan adalah saudara-saudara perempuan Hamed yaitu Zainab (19), Sahar (17) and Geeti Shafia (13). Perempuan keempat yang tewas adalah Rona Amir Mohammad, yang juga istri pertama Shafia.

Mayat keempat orang ini ditemukan di Kanal Rideau, pada Juni 2009. Jasad mereka terbenam dalam sebuah mobil di dalam kanal. Keempatnya diduga dipaksa berada dalam mobil yang kemudian didorong masuk ke kanal.

Jaksa penuntut menyatakan, Shafia marah atas dua anak perempuannya tertuanya itu karena berpacaran dengan pria. Shafia, yang merupakan imigran dari Afghanistan, menyebut tindakan itu sebagai tidak Islami, apalagi belakangan anak perempuannya itu juga mulai membuka kerudung.

Seumur Hidup

Penuntut mengandalkan sejumlah rekaman yang menunjukkan tingkat kemarahan Shafia yang bahkan menyebut kematian putrinya sebagai pelacur. "Alasan nyata di balik pembunuhan ini adalah menyerang konsep kehormatan Anda," kata hakim Justice Robert kepada Shafia dan dua terdakwa lainnya.

Setelah putusan dibacakan, Shafia yang berbicara melalui seorang penerjemah menyatakan, "Kami bukan kriminal, kami bukan pembunuh, kami tidak melakukan pembunuhan dan ini ketidakadilan."

Atas kejahatan ini, ketiganya dikenakan hukuman penjara seumur hidup. Karena mereka mengajukan banding, mereka bisa kehilangan hak pembebasan bersyarat setelah 25 tahun.-VIVAnews


Sabtu, 28 Januari 2012

Jokowi Kejar Konser Rock ke Singapura

Meski sibuk menjalani tugas sebagai kepala daerah, ternyata Walikota Solo, Joko Widodo, masih sempat meluangkan waktunya untuk menikmati konser musik rock cadas, Lamb of God. Sang walikota mengaku sudah memegang tiket nonton konser tersebut di Singapura.

Menurutnya, konser Lamb of God merupakan konser yang ditunggu-tunggu, karena grup cadas itu sangat digemarinya sejak masa muda. "Saya sangat suka sekali dengan musik rock. Bahkan, dulu rambut saya juga gondrong," kata Jokowi kepada VIVAnews.com, Minggu, 29 Januari 2012.

Selain untuk menonton konser grup musik rock kesayangannya, kedatangan Jokowi ke Singapura juga untuk menemui pihak managemen Lamb Of God. "Ya, nanti kita belajar bagaimana managemen penyelenggaraannya konser itu seperti apa. Siapa tahu nanti Lamb of God bisa ditarik ke Solo untuk menggelar konser," ujarnya.

Saat ini Jokowi mengaku sudah berhasil mengantongi tiket konser Lamb of God pada 20 Februari 2012, mendatang. "Saya membeli tiket yang harganya 140 dolar Singapura (sekitar Rp1 juta). Itu harga yang paling murah. Nontonnya di kelas lapangan kan enaknya menikmati musik rock memang seperti itu," terangnya.

Lantas, ia pun menyebutkan bahwa harga tiket paling mahal untuk konser tersebut mencapai 250 dollar Singapura. "Saya berangkat sendiri untuk nonton konser itu. Saya juga pakai uang sendiri kan nanti kesana sekalian tilik (menjenguk) anak di sana," terang dia.

Selain sudah mengantongi tiket Lamb of God, Jokowi juga sudah berancang-ancang untuk melihat konser Sepultura. "Ya, kan tiketnya baru akan dijual besok awal Februari. Jadi saya belum pegang tiket.-VIVAnews


Waspada KPK! Banyak Perangkap Guna Perlemah Soliditas

Ferdinand Waskita

Anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo meminta unsur pimpinan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) tidak terperangkap kepentingan politik. Ia mengatakan independesi KPK harus selalu terjaga. Bambang menyebut independensi menjadi faktor kunci yang menentukan baik dan buruk-nya kinerja KPK periode sekarang.

"Jika salah satu unsur pimpinan KPK terperangkap oleh kepentingan politik, bisa dipastikan bahwa KPK akan kehilangan independensinya," kata Bambang melalui pesan singkat, Minggu (29/1/2012).

Jika sudah begitu, lanjut politisi Golkar itu, KPK akan kehilangan efektivitas kerja. KPK akan lebih disibukan oleh persoalan internal, yakni bertarung di dalam untuk menjaga dan melindungi kepentingan.

"Sangat memprihatinkan karena berbagai kalangan, pekan lalu, sempat menggunjingkan disharmoni yang terjadi pada jajaran pimpinan KPK," ujarnya.

Hal itu tak perlu terjadi jika semua unsur pimpinan KPK konsisten menjaga soliditas dan independesi institusi. Bambang menuturkan realitas politik saat ini memang menempatkan KPK di posisi serba sulit. Akan selalu ada upaya memperlemah fungsi dan tugas KPK melalui jalur politik kekuasaan.

Namun, kata Bambang, realitas seperti itu harus ditanggapi sebagai tantangan, untuk bisa merespons tantangan berat itu, semua unsur pimpinan KPK harus patuh pada nuraninya masing-masing.

"Belajar dari pengalaman sebelumnya, sejak awal saya sudah menekankan pentingnya pimpinan KPK memerioritaskan pemulihkan independensi KPK. Pimpinan KPK pun harus kompak menangkal upaya kooptasi oleh pihak-pihak tertentu," jelasnya.

Selain itu, pimpinan KPK harus selalu waspada dan patuh pada etika, karena akan muncul banyak perangkap yang bisa direkayasa untuk memperlemah posisi setiap figur pimpinan KPK.

Bambang juga meminta pimpinan KPK harus belajar dari pengalaman buruk yang pernah menimpa beberapa figur pimpinan KPK sebelumnya

"Kepemimpinan mereka menjadi tidak efektif karena ketidakpatuhan pada etika kepemimpinan. Karena itu, pimpinan KPK saat jangan sampai mengulangi kesalahan yang sama," tukasnya.-Tribun Lampung