Minggu, 19 Februari 2012

Inilah Menteri yang Disebut Rosalina Minta Fee

Kuasa hukum Mindo Rosalina Manulang atau kerap dipanggil Rosa, Achmad Rifai mengungkapkan adanya pertemuan antara Rosa dengan salah seorang menteri untuk membicarakan dua proyek besar dan meminta jatah sebesar delapan persen. Menurut Rifai, Rosa akan membuatkan laporannya mengenai menteri minta jatah itu.

"Rosa akan menuliskan surat laporan kepada pimpinan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) mengenai yang minta jatah itu," kata Achmad Rifai yang dihubungi Republika, Senin (20/2).

Rifai menambahkan dengan surat laporan tersebut, pihaknya tidak akan secara pasif untuk menunggu ada pihak yang melaporkannya. Rosa terlebih dahulu akan mengirimkan surat ke pimpinan KPK sekaligus melaporkan adanya seorang menteri yang menawar-nawarkan proyek dan meminta jatah sebesar delapan persen dari nilai proyek.

Adanya laporan tersebut, Rosa berharap pimpinan KPK juga akan mendalami kasus menteri minta jatah itu. Pasalnya, ia melanjutkan, Rosa telah bertekad akan mengungkapkan semua hal yang diketahuinya terkait dengan penyimpangan di proyek-proyek di berbagai instansi.

Saat ditanya siapakah menteri minta jatah itu, ia hanya mengatakan menteri minta jatah itu akan diperiksa sebagai saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada pekan ini. Rencananya Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans), Muhaimin Iskandar akan diperiksa sebagai saksi di Pengadilan Tipikor pada hari ini (20/2) dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Andi Malarangeng diperiksa sebagai saksi di Pengadilan Tipikor pada Rabu (22/2) mendatang.

"Pokoknya di antara kedua menteri itu lah," ucapnya setengah tertawa. - Republika

VIDEO: Rekaman John Kei di Lokasi Pembunuhan

Bos PT Sanex Steel Indonesia, Tan Harry Tantono alias Ayung, ditemukan tewas bersimbah darah di sebuah sofa kamar 2701 Swiss-belhotel, Sawah Besar, Jakarta Pusat pada Kamis 26 Januari 2012 malam. Polisi menduga pimpinan ormas John Kei ada di lokasi saat kejadian.

Polisi menangkap John di Hotel C'One, Pulomas, Jakarta Timur, Jumat 17 Februari 2012 lalu.

Dalam rekaman CCTV, seperti yang diperolehtvOne, terlihat dua orang anak buah John masuk Swiss-belhotel secara bergantian. Mereka terlihat memesan kamar. Beberapa saat kemudian, John yang memakai topi merah tampak memasuki lobi dikawal oleh anak buahnya. Mereka langsung masuk ke kamar yang sudah dipesan, 2701 .

Pada gambar selanjutnya, terlihat Tan Harry Tantono melintas di depan lobi utama hotel. Dia langsung masuk ke dalam lift tanpa melakuklan pemesanan kamar. Tidak lama kemudian anak buah John keluar kamar untuk menelepon seseorang.

Dalam CCTV berikutnya terlihat anak buah John Kei kembali keluar kamar. Dia kembali dengan empat orang lainnya dan langsung menaiki menaiki lift menuju ke kamar 2701. Kemudian sejumlah orang terlihat memasuki kamar yang sama.

Sementara dua orang lain terlihat di luar kamar untuk berjaga. Tidak lama kemudian John keluar bersama tiga orang dan langsung memasuki lift.

Lalu terlihat sejumlah orang yang ada di kamar keluar bersamaan. Diduga total berjumlah 16 orang. Meraka memasuki lift bersama-sama. Di dalam lift terlihat seseorang melepas topi dan segera berganti baju.

Kepala Subdit Umum Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Helmy Santika menduga jika pembunuhan ini dilakukan secara berencana.

Tak lama setelah pembunuhan itu terjadi, tiga orang berinisial C, 30, A, 28, dan T, 23, menyerahkan diri. Mereka mengaku sebagai pelaku pembunuhan. Dalam pengembangannya, polisi juga menahan DN dan KP.

Berdasar keterangan yang dihimpun penyidik, DN dan KP diduga menganiaya dengan memukul korban. Tiga lainnya berperan menusuk korban berkali-kali di bagian perut, pinggang, dan leher.

Menurut pengakuan para tersangka, pembunuhan dilakukan karena Harry ingkar janji untuk membayar upah Rp600 juta atas jasa penagihan utang yang telah mereka lakukan.

Tak mendapatkan bayaran, salah seorang tersangka mengaku mengeluarkan pisau kemudian menusuk pelaku yang diikuti pelaku lainnya. - (ren)/VIVAnews





Menteri Muhaimin Iskandar Akan Diperiksa Hakim Tipikor

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), akan menghadirkan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, pagi ini, sekitar pukul 09.00 WIB (Senin, 20/1).

Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu akan menjadi saksi pada sidang lanjutan kasus suap program Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah Transmigrasi (PPIDT).

"Muhaimin Iskandar menjadi saksi pada sidang itu," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, melalui pesan singkat singkatnya beberapa saat lalu (Senin, 20/2).

Namun demikian, Johan tidak memastikan apakah Muhaimin akan bersaksi untuk terdakwa Dadong Irbarelawan atau I Nyoman Suisnaya, yang keduanya merupakan anak buahnya di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Sebagai diketahui, terdakwa Dharnawati mengatakan bahwa uang Rp 1,5 miliar yang ditemukan saat tangkap tangan adalah uang pinjaman untuk membantu dana THR Menakertrans. Dan bukan untuk komitmen fee 10 persen. Tetapi, JPU dalam surat dakwannya mengatakan bahwa uang Rp 1,5 miliar tersebut adalah fee untuk meloloskan empat kabupaten di Papua, yakni Keerom, Mimika, Teluk Wondama, dan Manokwari sebagai daerah penerima DPPID untuk membangun Kota Terpadu Mandiri (KTM).

Namun, nama Muhaimin disebut turut menerima pemberian dalam surat dakwaan milik Nyoman, Dadong dan Dharnawati. Bahkan, dalam dakwaan terhadap Dharnawati terkuak bahwa atas arahan Muhaimin Iskandar uang sebesar Rp 1,5 miliar dari Dharnawati disimpan terlebih dahulu oleh Nyoman dan Dadong. -RMOL


Kerap Bagi Duit, Angie Berubah


Dibantu Elza Syarief, Linda Djalil umbar tudingan Angie menyakiti (Alm) Adjie. Angie pasrah, berserah diri sama Allah...

Ujian kian kencang menerpa Angelina Sondakh (Angie). Setelah Elza Syarief, giliran Linda Djalil yang menguak tabir retaknya pernikahan Angie dan (alm) Adjie Massaid. Ini manuver berikutnya dari saudara tiri Adjie itu setelah belum lama menyin­dir kisah cinta Angie dan Kompol Brotoseno.

Menurut Linda, sifat Angie mendadak berubah ketika sudah resmi menikah dengan Adjie. Perubahan sikap itu lah yang memicu kekecewaan Adjie hingga pada akhirnya mereka sering bertengkar hebat.

“Saya dari dulu selalu mendukung Angie. Tapi setelah mendengar cerita dari Adjie, saya kaget sendiri kok ternyata seperti itu,” ungkapnya, akhir pekan lalu.

Sebagai suami, Adjie sudah berusaha untuk memperbaiki bahtera rumah tangga. Sayang, nasehat bekas suami penyanyi Reza Artamevia itu dianggap angin lalu oleh Putri Indonesia ini.

“Malah Angie selalu bilang Adjie bawel dan cerewet,” cetus Linda.

Dia membenarkan kabar Angie minta cerai. Saat itu, kata Linda, Adjie hanya bisa menangis .

“Saya marahin dia, saya maki habis dia yang hanya diam dan menitikkan air mata,” kisahnya.

Elza Syarief, bekas pengacara Adjie, ikut menimpali. Katanya, Angie kerap bertransaksi secaraonline dengan nominal yang fantastis.

“Dia (Adjie) sering memperhatikan Angie di depan komputer, kalau belanja secara onlinenominalnya sampai satu miliar,” beber Elza.

Bahkan Adjie pernah mendengar Angie membagi-bagikan uang kepada ba­wahannya di kamar mandi.

“Adjie khawatir mendengar kabar dia (Angie) pernah bagi-bagi duit di rest room. Adjie bilang itu duit dari mana, bahaya sekali, Adjie sangat takut soal itu,” tutur Elza. Rakyat Merdekabelum bisa meng­klarifikasi tuduhan Elza dan Linda pada Angie. Nomor teleponnya mati, tak bisa dihubungi.

Hanya saja, ada ‘fakta’ berbeda yang didapat dari blog pribadi Angie, angie­sondakhmassaid.blogspot.com.

Dalam keluh kesahnya, Putri Indonesia 2001 itu terkesan masih sayang dan kehilangan Adjie. Terlebih saat bulan ini, Angie habis diterpa kasus Wisma Atlet. Curhatan terakhir Angie tercatat pada 5 Februari 2012.

“Apa kabarmu mas Adjie? berun­tunglah engkau telah lepas dari gelom­bang badai hiruk pikuk dunia ini. Tak perlu risau akan diriku dan anak-anak....kami pasti berhasil menjalani se­muanya, insya Allah,” kata Angie.

“Semua takdirmu baik ya Allah..... tidak patut aku menyalahkan keadaan, tidak bijak jika aku teriak, tidak etis apabila ku meringis. Tenggelam dalam doa kepadaMu itu akan lebih tepat adanya....” lanjutnya.

Di blog pribadinya yang lain, Angie bahkan lugas membeberkan kisah cintanya bersama Adjie, sejak awal bertemu dan menikah.

Berawal dari intensitas pertemuan dan latar belakang yang sama sebagai politisi Demokrat, Adjie mulai tertarik dan tidak bisa menyembunyikan kekagumannya pada Angie. Namun, Angie bergeming. Usaha maksimal apa pun yang dilakukan Adjie, dia anggap sebagai tingkah gom­bal seorang lelaki.

Hati Angie pun seketika luluh saat melihat kepedulian Adjie terhadap rakyat kecil dan misinya untuk memajukan bangsa.

Setelah melalui perjalanan panjang dan jatuh-bangun dalam merajut asmara, status kesendirian mereka pun berakhir dengan pernikahan yang digelar 29 April 2009. Lalu, Angie dikaruniai anak lelaki yang diberi nama Keanu Jabdaar Mas­said, 9 Sep­tember 2009.-RMOL


Elektabilitas Demokrat Disurvei Turun, PD: Risiko Partai Baru & Besar

Hasil survei dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) menyebutkan Partai Demokrat mengalami penurunan elektabilitas. Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok menyebut turunnya elektabilitas ini sebagai risiko partai baru yang mampu menjelma menjadi partai besar.

LSI menyebut salah satu penyebab turunnya elektabilitas Demorkat adalah karena banyaknya terpaan mengenai isu korupsi pada partai ini. Mubarok mengatakan seharusnya hal yang sama juga terjadi dengan partai lain.

"Golkar, PDIP juga punya kasus hukum. Kenapa mereka tidak disorot? Itu kan karena kami partai baru yang besar. Kita paham risikonya," tutur Mubarok kepada detikcom, Senin (20/12/2012).

Mubarok menyatakan status Demokrat sebagai partai baru dan besar membuatnya terus menjadi sorotan, apalagi ketika tengah tersandung persoalan.

"Ini juga risiko partai pemenang. Sedikit saja digoyang. Daun yang berada dalam posisi paling atas kan yang paling sering digoyang angin," paparnya.

Hasil survei LSI menyebutkan, bila Pemilu Legislatif (Pileg) dilaksanakan hari ini, Partai Demokrat (PD) mengalami penurunan suara paling signifikan dibanding partai lain. Suara ini diduga lari ke pemilih mengambang.

Demikian hasil survei pada 1-12 Februari 2012 dengan pengambilan responden multistage random sampling dari 33 provinsi ini menjaring 2.050 orang. Dengan metode wawancara tatap muka, pada pertanyaan bila Pileg anggota DPR dilakukan pada Februari 2012, dari 38 pilihan partai dan lainnya (merujuk jumlah parpol pada Pileg 2009), maka hasilnya menurut prosentase adalah:

1. Golkar 15,5 persen
2. PD 13,7 persen
3. PDIP 13,6 persen
4. Gerindra 4,9 persen
5. PPP 4,9 persen
6. PKB 4,6 persen
7. PAN 4,1 persen
8. PKS 3,7 persen
9. Hanura 1,2 persen
10. Lainnya 5,1
11. Belum tahu 28,9 persen

"Posisi 1-3 masih dipegang kekuatan lama. Yang menarik, PD mengalami penurunan elektabilitas signifikan dari Pemilu 2009 dari 21 persen menjadi 13,7 persen," ujar peneliti LSI Burhanudin Muhtadi dalam jumpa pers di Kantor LSI, Jalan Lembang Terusan, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (19/2/2012).-detik News