Senin, 20 Februari 2012

VIDEO: Motor Suzuki Bermesin Pesawat Jet

Seorang profesor asal Orlando, Florida, Amerika Serikat, memodifikasi sepeda motor Suzuki Hayabusa miliknya menggunakan mesin jet pesawat tempur.

Dilaporkan Automotto dan Caradvice, Selasa 21 Februari 2012, pria yang memiliki nama lengkap Tony Pandolfo, 54 tahun, ini menggunakan mesin AlliedSignal jet fuel starter (JFS), yang biasanya digunakan pada pesawat tempur F14 lama milik Angkatan Udara AS.

Adapun untuk bahan bakarnya, motor ini menggunakan K2 Kerosene yang biasa dipakai pesawat jet. Dengan menggunakan mesin jet, torsi sepeda motor ini menjadi meningkat hingga 406,28 Nm.

Tentunya ini angka torsi yang cukup besar, dan biasanya ditemukan pada sebuah mobil sport. Motor dengan bobot bersih 181,4 kg memiliki kapasitas tangki bahan bakar 18,9 liter, dan konsumsi bahan bakar 2,1 liter/km.

Untuk menunjang kecepatannya, motor ini juga dilengkapi dengan rem cakram ganda (dua kaliper untuk belakang).

"Sepeda motor bertenaga jet adalah impian saya. Suaranya mirip pesawat terbang, bisa dikendarai siapa saja, tenaganya juga tidak perlu besar," kata Pandoflo.

Menurut Pandoflo, sepeda motor kreasinya ini menggunakan transmisi otomatis dan sengat mudah untuk dikendarai. "Anda akan merasa menunggangi sebuah rudal," ujar dia menambahkan.

Jika tertarik untuk memiliki Suzuki Hayabusa bermesin jet ini, Pandoflo melepas dengan harga US$60 ribu atau sekitar Rp542 juta. - Vivanews



Ampas Kopi Hilangkan Bau Tak Sedap

Pecinta kopi di seluruh penjuru dunia kini bisa bangga. Bukan cuma kopinya saja yang bisa memberikan manfaat, ampasnya pun bisa dipakai untuk menghilangkan bau tak sedap pada limbah.

Potensi ampas kopi menghilangkan bau tak sedap terungkap pada hasil penelitian Teresa J Bandosz, ahli Kimia di City University of New York, yang dipublikasikan di The Journal of Hazardous Materials bulan ini.

Peneliti menemukan bahwa ampas kopi yang diubah menjadi karbon teraktivasi mampu menyerap sulfur penyebab bau tak sedap pada limbah dengan sangat baik. Karbon teraktivasi dibuat dengan mencampur ampas kopi dengan air dan unsur Seng, lalu mengeringkannya di oven.

Kemampuan penyerapan sulfur yang baik disebabkan oleh adanya senyawa kafein dalam kopi. Seperti diuraikan di New York Times, Selasa (21/2/2012), Kafein memiliki atom nitrogen yang meningkatkan kemampuan karbon untuk menyerap sulfur.

Bandosz berharap pengusaha mau melakukan riset lebih lanjut dan diaplikasikan pada bisnis. Ia mengatakan, semakin fresh ampas kopi yang digunakan, semakin baik pula hasilnya. Sebabnya, ampas kopi yang fresh masih memiliki kafein dalam jumlah cukup besar. - Kompas


Ternyata, Sosis di Indonesia Bukan dari Daging

SOSIS memang sudah menjadi bagian konsumsi bagi banyak orang di Indonesia, namun apa daya bila selama ini orang Indonesia mengonsumsi sosis bukan dibuat dari daging.

"Semua sosis di Asia termasuk Indonesia bukan sosis asli. Tetapi sosis yang kalian makan itu bisa didapatkan di supermarket dan sudah ada harganya dan cukup murah. semua sosis terbuat dari kacang kedelai, tidak ada dagingnya," ucap Chef Claas Meinke selaku Western Chef Butcher Hotel Sari Pan Pacific kepadaokezone saat ditemui di sela-sela acara Chef Table di Hotel Sari Pan Pacific, Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (20/2/2012).

Selain dibuat dari kacang kedelai, Chef asal Jerman ini mengatakan bila sosis yang dijual di Indonesia bahkan di Asia sekaligus lebih dominasi bahan kimia, bumbu.

"Banyak bahan kimianya, bahan makanannya, bumbu, dan enggak ada dagingnya jadi cuma seperti dibungkus saja bedanya dengan sosis kami, yakni terbuat dari 100 persen daging, 50 persen daging, 25 persen lemak, dan 25 persen es," paparnya.

Dirinya menjelaskan bila sosis yang dibuat dari daging akan berpengaruh pada harga jual terlebih menurutnya sosis yang dibuat dari daging tidak akan dijual di pasar traditional karena harus menjaga suhu dari sosis itu sendiri.

"Karena ada bahan-bahan tersebut (kedelai, bumbu, dan sebagainya), maka rasanya pun berbeda, harganya pun juga berbeda karena pasar lokal harga sosisnya di Asia harganya 45-50-55 ribu, sedang di supermarket harganya (KGB) bisa 60 ribu. itu masuk akal, untuk harga sosis ayam seharga segitu nggak ada daging di dalamnya," tambahnya.

Namun demikian, dirinya pun tidak bisa menyalahkan para pembuat sosis karena memang disesuaikan dengan kemampuan para konsumen dalam membeli sosis.

"Kalian tidak bisa menyalahkan para pembuatnya karena enggak hanya di Indonesia saja. Tapi juga seluruh Asia, orang-orang enggak mampu untuk membeli sosis yang sebenarnya (real sausage). Maka itu mereka harus mencari jalan lain yang lebih murah. kalian tidak bisa menyalahkan perusahaannya juga," tutupnya.-Okezone


Diana Bawa Kuitansi Uang dari Tim Sukses Anas

Mantan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kabupaten Minahasa Tenggara Provinsi Sulawesi Utara, Diana Maringka, hari ini Selasa 21 Februari 2012 akan menemui Komisi Pengawas Partai Demokrat.

“Pukul 13.00 WIB siang ini kami diterima di Kantor Komisi Pengawas Demokrat di Jakarta,” kata Diana. Menurutnya, kedatangan dirinya ke Jakarta ini adalah atas inisiatif pribadi, bukan karena dipanggil Komisi Pengawas Partai lebih dulu.

Diana akan didampingi oleh sejumlah kader Demokrat asal Sulawesi lainnya yang juga mengaku menerima uang dari tim sukses Anas Urbaningrum saat Kongres Demokrat di Bandung tahun 2010 lalu. Selain Diana, mantan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bualemo Provinsi Gorontalo, Ismiyati, juga mengaku menerima uang dari tim sukses Anas.

Diana menyatakan dia berupaya mengikuti prosedur partai dengan melaporkan penerimaan uang itu kepada Komisi Pengawas Partai. “Kami hanya mengikuti imbauan partai. Kami memang belum dipanggil, tapi kami punya itikad baik untuk menghadap,” ujar Diana.

Pengakuan Diana

Sebelumnya Diana menceritakan, dirinya dan 11 pengurus cabang Demokrat di Sulawesi Utara mendapat sejumlah uang dari tim sukses Anas saat Kongres Partai Demokrat lalu di Bandung, Jawa Barat. Menurutnya, mereka dikumpulkan di hotel dan dipanggil satu per satu untuk menerima uang tersebut.

“Pemberiannya bertahap. Pertama saya diberi Rp30 juta. Lalu yang kedua US$2.000. Pemberian ketiga diberikan pada hari pemilihan, US$5.000,” ujar Diana. Ia menambahkan, uang itu tidak hanya diterima oleh pengurus Demokrat Sulut, tapi juga peserta Kongres Demokrat dari daerah lain. Namun Diana mengaku tak tahu pasti berapa jumlahnya.

Selain diberi uang dalam bentuk Rupiah dan Dollar, Diana juga mengaku diberi BlackBerry Gemini oleh tim sukses Anas. Pemberian telepon selular itu diberikan menjelang kongres. “Semua peserta dapat Blackberry dari tim Anas,” ucapnya.

Namun mantan ketua tim sukses Anas yang juga anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Achmad Mubarok, membantah pengakuan Diana. “Itu pasti ada yang merekayasa,” kata dia. Wakil Sekjen Demokrat Saan Mustopa juga menampik adanya politik uang dalam Kongres Demokrat itu.

“Setahu saya sebagai peserta kongres, tidak ada politik uang atau politik transaksional. Yang ada adalah politik gagasan dan politik rasional,” katanya.-VIVAnews


Ali Mudhori Diminta Kooperatif

Icha Rastika | Inggried Dwi Wedhaswary
Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat asal fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ali Mudhori kooperatif dengan memenuhi panggilan persidangan kasus dugaan suap program Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID) Transmigrasi. Jika tidak, Ali Mudhori akan dipanggil paksa.

"Kita mengimbau Ali Mudhori untuk bersikap kooperatif, mengungkap kebenaran materiil dalam kasus ini," kata jaksa Jaya Sitompul saat dihubungi wartawan, Senin (20/2/2012) malam.

Adapun Ali Mudhori, kerap mangkir dari persidangan kasus dugaan suap program Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID) Transmigrasi dengan terdakwa dua pejabat Kemennakertrans, I Nyoman Suisnaya dan Dadong Irbarelawan.

Pekan ini merupakan pekan ketiga Ali tidak menghadiri sidang. Seorang sumber menyebutkan, jaksa KPK telah berupaya menemui Ali di rumahnya di daerah Lumajang, Jawa Timur. Namun, pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Lumajang itu tidak ada di rumah. Setelah mengerahkan bantuan sekitar 20 intel Polres Lumajang, jaksa KPK menemukan Ali bersembunyi di tengah hutan. Rencananya, Senin (27/2/2012) pekan depan, jaksa KPK akan kembali menjadwalkan pemeriksaan Ali sebagai saksi bagi Dadong atau Nyoman.

Jaksa Jaya mengatakan, kesaksian Ali penting dalam keterlibatan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar.

"Apa benar namanya (Muhaimin) dicatut atau tidak. Penting untuk membongkar auktor intelektualis kasus ini," katanya.

Kesaksian Ali juga dianggapnya dapat menjadi pintu masuk KPK menjerat tersangka lain kasus dugaan suap PPID itu. Dalam kasus ini, dua pejabat Kemennakertrans, yakni I Nyoman Suisnaya dan Dadong Irbarelawan didakwa bersama-sama Muhaimin dan Jamaluddin Malik (Direktur Jenderal Pengembangan Pembangunan Kawasan Transmigrasi Kemennakertrans) menerima suap senilai Rp 2 miliar dari pengusaha Dharnawati. Suap itu terkait penetapan empat kabupaten di Papua sebagai daerah penerima dana PPID.

Nama Ali Mudhori, Fauzi (mantan anggota tim asistensi Menakertrans), Sindu Malik (mantan pegawai Kementerian Keuangan,pengusaha Iskandar Pasojo (Acos), dan Dhani Nawawi (staf mantan Presiden Abdurrahman Wahid), turut disebut terlibat. Keempat orang itu disebut berperan dalam mengatur pemberian commitment fee.

Rekaman pembicaraan antara Fauzi dan Ali yang diputar di Pengadilan Tipikor beberapa waktu lalu menyebut istilah "Pak Ketum". Menurut Fauzi, "Pak Ketum" adalah kode untuk Muhaimin. Namun, dia mengaku kalau nama Muhaimin hanya dicatutnya.-KOMPAS