Senin, 30 Januari 2012

Korupsi, Mantan Perdana Menteri Masuk Bui

Mantan Perdana Menteri Rumania, Adrian Nastase, dijatuhi hukuman penjara dua tahun, Senin (30/1/2012), dalam sebuah kasus korupsi. Vonis dijatuhkan setelah proses pengadilan selama lebih dari 1.000 hari dan lebih dari 900 saksi dihadirkan.

Mahkamah Agung Rumania menetapkan, Nastase bersalah karena secara ilegal menggalang dana sebesar 1,6 juta euro selama kampanye pemilunya tahun 2004, ketika ia maju sebagai calon presiden dari Partai Demokrat Sosial. Ambisinya untuk jadi presiden kandas. Ia kalah dalam pemilu itu.

Vonis itu merupakan hukuman penjara pertama bagi seorang perdana menteri Rumania sejak komunisme tumbang.

Kasus tersebut, yang dijuluki "The Quality Trophy," merujuk pada sebuah konferensi yang diselenggarakan sebuah lembaga pembangunan Rumania pada 2004. Ketika itu, sejumlah perusahaan dan lembaga menyumbangkan dana yang kemudian digunakan Nastase untuk mendanai kampanyenya, kata para jaksa.

Persidangan kasus itu dimulai pada Januari 2009, setelah Nastase dituduh menggunakan pengaruh politiknya sebagai pemimpin partai demi kepentingannya sendiri.

Nastase, yang dikalahkan Traian Basescu pada 2004, Senin, mengatakan, ia tidak bersalah. "Sidang ini politis. Semuanya dimulai dalam kampanye pemilu tahun 2004. Pemenang kini membalas dendam terhadap pecundang," kata Nastase.

Ada lima orang lain yang turut didakwa dalam kasus itu dan mereka menerima hukuman penjara sampai tujuh tahun.

Nastase, yang dulu Perdana Menteri Rumania, periode 2000-2004, dan tetap menjadi tokoh penting dalam koalisi oposisi, mengumumkan ia akan mengajukan banding atas putusan itu.

Kasus itu bukan merupakan kasus korupsi pertama yang melibatkan Nastase. Pemimpin Partai Demokrat Sosial itu juga dituduh membayar uang suap sebesar 400 ribu dollar AS kepada mantan kepala lembaga anti-pencucian uang Rumania demi menghapus sejumlah dokumen yang berkaitan dengan rekening bank istrinya. Kasus, yang disebut "Tante Tamara," merujuk pada klaim Nastase bahwa uang yang dimiliki istrinya di rekening bank itu merupakan milik Tante Tamara, yang berdagang perhiasan dan lukisan mahal. Nastase dinyatakan tak bersalah dalam kasus terakhir itu.

Vonis bagi Nastase datang di tengah protes anti-pemerintah di Rumania yang telah berlangsung dua minggu. Selain langkah-langkah penghematan yang diambil pemerintah selama dua tahun terakhir, orang-orang yang turun ke jalan-jalan memprotes pemerintah Rumania dan para politisi yang diduga korup.

Uni Eropa berulang kali mendesak Rumania untuk melakukan upaya yang lebih dalam menanggulangi korupsi dan memberlakukan reformasi peradilan. Tahun lalu negara itu diblokir untuk bergabung dengan area bebas pasport Schengen Uni Eropa karena negara-negara Eropa utara mengekspresikan kecemasan mereka terkait tingkat korupsi di Romania.-KOMPAS


Tidak ada komentar:

Posting Komentar